Ponorogo (12/2/2024) – Suasana ceria memenuhi MAN 2 Ponorogo pada hari ini, saat seluruh siswa dan para guru berkumpul untuk merayakan peluncuran nama angkatan 31. Dengan mencari di internet, buku-buku, dan sumber-sumber lainnya, nama “ADHIGATA BRAHENTA” akhirnya ditentukan menjadi nama angkatan MAN 2 Ponorogo yang ke 31. Acara yang diadakan di depan GOR ini menjadi momen bersejarah yang penuh semangat bagi seluruh komunitas sekolah.
Salah satu murid kelas 12 menjadi perwakilan yang membuka acara ini dengan penjelasan mendalam mengenai makna dari “ADHIGATA BRAHENTA”. Yang bermakna menggambarkan generasi yang unggul dan juga terpandang. Makna ini membawa harapan serta menjadi kebanggaan yang menginspirasi banyak orang.
Kepala MAN 2 Ponorogo, Tarib, memberikan sambutan hangat. Ia menyatakan kebanggaannya terhadap kreativitas dan semangat yang ditunjukkan oleh siswa dalam menentukan nama angkatan baru ini. Beliau juga menekankan pentingnya nilai-nilai yang terkandung dalam nama tersebut sebagai panduan dalam perjalanan pendidikan mereka.
Acara puncak diisi dengan aksi penuh simbolisme. Seluruh peserta didik kelas 12 melepaskan balon putih ke udara. Prosesi ini melambangkan kebebasan, harapan, dan semangat baru yang diteruskan oleh angkatan “ADHIGATA BRAHENTA”. Balon yang melayang tinggi melambangkan cita-cita dan mimpi setiap siswa yang akan terus berkembang setinggi langit.
“Tidak ada kata lain selain luar biasa. Generasi ini sangat luar biasa. Sekolah itu dilihat dari input dan output. Inputnya seperti apa, harus mengasilkan output yang luar biasa. Selamat dan sukses pada angkatan 31. Semoga bisa mengibarkan bendera MAN 2 Ponorogo di dalam negeri maupun diluar negeri”, puji pak Tarib untuk angkatan 31.
Setelah melaksanakan apel, siswa siswi MAN 2 Ponorogo diarahkan menuju masjid Tarbiyatul Muttaqin untuk simaan al-quran hingga siang hari. Dilanjutkan dengan sholat Dhuhur berjamaah yang disusul oleh Istighosah Kubro. Puncak kegiatan hari ini adalah Pengajian dalam rangka Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan tamu spesial. Moh. Nurul Huda, selaku Kepala Kemenag Ponorogo memotivasi siswa supaya menjadi pribadi yang lebih baik.
“Masjid bisa berdiri karena ada tiang. Masjid tidak akan berdiri tegak tanpa tiang. Sholat juga begitu, Sholat ibaratnya sebuah tiang. Mendirikan sholat sama seperti mengokohkan agama,” ujarnya.
Kegiatan keagamaan hari ini ditutup dengan sholat Ashar berjamaah. Dengan hati yang khidmat, siswa dan guru menyatukan suara dalam doa, menandai akhir hari yang penuh berkah di MAN 2 Ponorogo.




































Discover more from MAN 2 Ponorogo
Subscribe to get the latest posts sent to your email.




